Manajemen Informasi tentang Perencanaan Pemulangan Pasien (Discharge Planning) untuk anak yang dirawat dengan Bronchopneumonia

Yupi Supartini


DOI: http://dx.doi.org/10.7454/jki.v5i1.105


Abstract


Informasi dalam keperawatan semakin dirasakan pentingnya, baik dalam penyusunan rencana strategis, pengambilan keputusan maupun dalam menilai efektifitas dan efesiensi dari pelayanan keperawatan. Salah satu contoh manajemen informasi yang akan dikemukan adalah tentang kebutuhan anak yang dirawat dengan Bronchopneumonia pada setiap tahapan discharge planning (rencana pemulangan pasien). Tahapan yang satu meyediakan informasi penting, dan sangat menetukkan pada tahapan selanjutnya. Semua data yang didapatkan pada fase akut yang dilaksanakan di klinik anak dan atau di ruang gawat darurat, diproses oleh tim kesehatan dengan menggunakan pengetahuan dasar dan membandingkannya (comparing system) dengan data dasar keperawatan dan pengetahauan kedokteran, fisiologi, patofisiolohi, sosiologi, psikologi, dan farmakolohi. Dengan demikian akan didapat informasi tentang masalah anak tersebut dan kebutuhan pada fase berikutnya yaitu fase transisi yang dijalankan di ruang rawat. Demikian pula proses manajemen informasi dari fase transisi yang dilakukan di ruang rawat akan sangat menentukan langka selanjutnya yaitu perawatan lanjutan di rumah/di masyarakat. Mengingat kegiatan penyusunan rencana pemulangan pasien pada anak yang dirawat dengan BP melibatkan tim multidisiplin, maka penting adanya seorang coordinator yang dapat mengatur kegiatan dari setiap anggota tim, sehingga tujuan dari rencana pemulangan pasien dapat dicapai dengan optimal. Perawat adalah orang yang paling tepat sebagai coordinator penyusunan rencana pemulangan pasien, karena berada di dekta pasien selama 24 jam, memahami segala kebutuhan pasien dengan baik, dan memungkinkan untuk dapat memfasilitasi peran dari setiap anggota tim untuk mengelola informasi rencana pemulangan pasien bagian anak yang dirawat dengan BP.

 

It has been discussed that information in nursing becomes important in making a strategic planning. Decision making or evaluating the affectivity an the efficiency of the nursing service. One of the example of Information Management that would be describe is the children’s need who are hospitalized with Bronchopneumonia in every step of Discharge Planning. Each step provides the essential information, which could determine the next step. All the data which have been gained in the acute phase at the out patient department and/ or at the emergency department are processed by using the knowledge base, compare it with the data base of nursing, medical knowledge, physiology, patophysiology, sociology, psychology and pharmacology. As the outcome from this process, the information about the child’s problems and their needs in the transitional step will be gained. It is also occur on the management information at the transitional step in the ward, it will determine the following step as the preparation for discharge planning. Discharge Planning for the child to have a coordinator, because he/she is in the ward 24 hours and understand the patients’ condition and their needs well. He/she also could facilitate the role of each member of Discharge Planning team, to manage the information about Discharge Planning for a child with Broncho Pneumonia.


Keywords


Informasi, pengetahuan dasar, data dasar, pengambilan keputusan

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
Jurnal Keperawatan Indonesia by http://jki.ui.ac.id is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
VISITOR COUNTER

StatCounter - Free Web Tracker and Counter

~ View My Stats Detail ~