Peningkatan Perilaku Seks Sehat Melalui Model Terapi Kelompok Pada Pekerja Seks Komersial

Loetfia Dwi Rahariyani, Yohanes Kambaru Windi, Nikmatul Fadilah, Kuntoro Kuntoro


DOI: http://dx.doi.org/10.7454/jki.v13i3.249


Abstract


Abstrak

Keberhasilan pencegahan penularan penyakit menular seksual (PMS) tidak hanya tergantung pada pemerintah/tenaga kesehatan dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang peduli dengan kasus ini saja, tetapi partisipasi aktif dari kelompok yang mempunyai resiko tinggi tertular (Pekerja Seks Komersial) sangat memegang peran penting. Oleh karena itu mengikut sertakan kelompok resiko tinggi dalam kegiatan pencegahan PSM perlu dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas model terapi kelompok (intensive problem solving group) dalam meningkatkan perilaku seks yang sehat. Desain penelitian ini adalah Pra Eksperimental, jenis pretest-postest design. Sampel penelitian sebanyak 20 orang PSK yang terbagi menjadi dua group, masing - masing group terdiri dari 10 orang. Setiap group mendapat intervensi tiga kali terapi kelompok pada subyek yang sama. Setelah dilakukan penelitian dan dianalisis dengan menggunakan uji statistik paired t - test, hipotesis penelitian diterima ada perbedaan pengetahuan, sikap dan prilaku sebelum dan sesudah dilakukan terapi kelompok pada pekerja seks komersial. Model terapi kelompok sangat diperlukan untuk mencegah penularan PMS pada kelompok beresiko.

 

Abstract

The success of preventing sexually transmitted diseases (STDs) not only depends on a well-organised collaboration among government, health professionals and NGOs but also active participation of group with high risk, including commercial sex workers (CSWs), on the transfer of STDs. Involving this high risk group is crucial on preventing STDs transmission. Determining the effectiveness of Group Therapy Model (GTM) through an intensive problem solving group on promoting healthy sexual behavior was the intention of this study. The variables are knowledge, attitude and practice STDs. It is a pre-experimental study using Pretest-Post test type design. The samples involving 20 CSWs devided into two groups of 10 CSWs for each. Each group was intervened three times with GTM on the same subject. Statistical analysis using paired t-test, conclusion of accepting the research hypothesis. There is significant difference of knowledge, attitude and practices on STDs before and after the implementation of GTM among the CSWs. It is, therefore, adviced to consider GTM on preventing the transmission of STDs among high-risk groups.


Keywords


model terapi kelompok, perilaku seks, pekerja seks komersial

Full Text:

Full text - PDF

References


Dianawati, A. (2002). Pendidikan seks untuk remaja (Cetakan ke 3). Jakarta: EGC.

Keliat, B. (2002). Konsep diri. Jakarta: EGC.

Niven, N. (1994). Health psychology: An introduction for nurses and other health care professionals. London: Churchill Livingstone.

Notoatmodjo, S. (1997). Ilmu kesehatan masyarakat. Jakarta: Rineka Cipta.

Rawlins, R.P., Williams, S.R., & Beck, C.K. (1993). Mental health psychiatric a holistic hife-ycle approach. St. Louis: Mosby Year Book.

Stuart, G. W., & Laraia, M.T. (2001). Principles and practice of psychiatric nursing. Seventh ed. Philadelphia. St Louis: Mosby Year Book.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
Jurnal Keperawatan Indonesia by http://jki.ui.ac.id is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
VISITOR COUNTER

StatCounter - Free Web Tracker and Counter

~ View My Stats Detail ~