Faktor Risiko Terjadinya Pneumonia pada Anak Balita

Susi Hartati, Nani Nurhaeni, Dewi Gayatri
| Abstract views: 11433 | PDF views: 29295

Abstract

Pneumonia pada balita masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia. Hal ini terlihat dengan tingginya angka morbiditas
dan mortalitas akibat pneumonia. Salah satu upaya untuk menurunkannya adalah dengan mengetahui faktor risiko yang
menyebabkan terjadinya pneumonia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian
pneumonia pada anak balita di rumah sakit. Desain yang digunakan adalah cross sectional dengan 138 sampel. Hasil penelitian
dengan regresi logistik didapatkan 4 faktor risiko yang berhubungan secara bermakna yaitu usia balita, riwayat pemberian ASI,
status gizi balita dan kebiasaan merokok keluarga. Kegiatan edukasi tentang peningkatan pemberian ASI dan nutrisi kepada
orangtua balita perlu ditingkatkan untuk mencegah terjadinya pneumonia.

Keywords

pneumonia, balita, faktor risiko

Full Text:

PDF

References

Depkes, RI. ( 2004). Pedoman program pemberantas-an penyakit infeksi saluran pernapasan Akut (ISPA) untuk penanggulangan pneumonia pada balita. Jakarta: Depkes RI.

Depkes, RI. ( 2005). Rencana kerja jangka mene- ngah nasional penanggulangan pneumonia balita tahun 2005 – 2009. Jakarta: Depkes RI.

Depkes, RI. (2006). Pedoman pelaksanaan stimulasi, deteksi dan intervensi dini tumbuh kembang anak ditingkat pelayanan kesehatan dasar. Jakarta: Depkes RI.

Depkes, RI. (2007). Pedoman tatalaksana pneu- monia balita. Jakarta: Depkes RI.

Depkes, RI (2009). Manajemen terpadu balita sakit (MTBS). Jakarta: Depkes RI.

Hananto, M. (2004). Analisis faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian pneumonia pada balita di 4 propinsi di Indonesia (Tesis Master, tidak dipublikasikan). Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Jakarta.

Herman. (2002). Faktor-faktor yang berhubung- an dengan kejadian pneumonia pada anak balita di kab. Ogan komering ilir, Sumatera selatan (Tesis master, tidak dipublikasikan). Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Jakarta.

Misnadiarly. (2008). Penyakit infeksi saluran nafas pneumonia pada anak, orang dewasa, dan usia lanjut. Jakarta: Pustaka Obor populer.

Rudan, I., Boschi-Pinto, C., Biloglav, Z., Mulholland, K., & Campbell, H. (2008). Epidemiology and etiology of childhood pneumonia. Bulletin World Health Organization, 86, 408-416. Doi: 10.2471/BLT.07.048769.

Shah, N., Ramankutty, V., Premila, P.G., & Sathy, N. (1994). Risk factors for severe pneumonia in children in South Kerala: A hospital-based Case-Control Study. J Trop Pediatr, 40 (4), 201-206.

Sunyataningkamto, Iskandar, Z., Alan, R.T., Budiman, I., Surjono, A., Wibowo, T., Lestari, E.D., & Wastoro, D. (2004). The role of indoor air pollution and other factors in the incidence of pneumonia in under-five children. Paediatrica Indonesiana, 44 (1-2), 25 - 29.

Tiewsoh, K., Lodha, R., Pandey, R.M., Broor, S., Kalaivani, M., & Kabra, S.K. (2009). Factors determining the outcome of children hospita- lized withsevere pneumonia. BMC Pediatrics, 9 (15). Doi: 10.1186/1471-2431-9-15.

WHO & UNICEF (2009). Global action plan for prevention and control of pneumonia (GAPP). New York: WHO.

WHO & UNICEF (2006).The Forgotten killer of children. New York: WHO.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.