Model Kepemimpinan Servant Paling Dominan Berhubungan dengan Kinerja

Lilis Rayatin

Abstract

Model kepemimpinan kepala ruangan dapat meningkatkan kinerja perawat pelaksana dalam memberikan asuhan keperawatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan antara model kepemimpinan kepala ruangan dengan kinerja perawat pelaksana. Metode penelitian menggunakan cross sectional, dengan melibatkan 141 responden di sebuah RS. Instrumen yang digunakan adalah instrumen model kepemimpinan yang pernah digunakan sebelumnya. Model kepemimpinan yang berhubungan dengan kinerja adalah servant, visioner, dan transaksional. Model kepemimpinan yang paling dominan berhubungan dengan kinerja adalah servant (p= 0,0001; α= 0,05; CI: 2,733–11,853; Odd Ratio: 5,691). Kepala ruangan yang dipersepsikan oleh perawat pelaksana menggunakan model kepemimpinan servant berpeluang meningkatkan kinerja perawat pelaksana sebesar 5 kali lebih tinggi dibandingkan dengan yang tidak dipersepsikan menggunakan model kepemimpinan servant. Hasil penelitian ini merekomendasikan kepada pimpinan Rumah sakit khususnya untuk kepala ruangan dapat menggunakan model kepemimpinan servant dalam peran dan fungsinya untuk meningkatkan kinerja perawat pelaksana.

 

Kata kunci: Kinerja perawat pelaksana, Model kepemimpinan servant.

 

 

Abstract

 

Head Nurse Leadership Model Can Improve The Performance of Nurses in Providing Nursing Care. The purpose of this study was to identify the correlation between the head nurse leadership model and the nurses’ performance. This study applied a cross-sectional method and involved 141 nurses at a Hospital. This study used the instruments was developed in the other studies. The results showed that the leadership model related to the performance was a servant, visionary, and transactional. The most dominant leadership model related to the performance was servant (p= 0.0001; α= 0.05, CI: 2.733 to 11.853; odds ratio: 5.691). Head nurses that were perceived by nurses as using the servant leadership model had an opportunity to improve the nurses’ performance five times higher than those who were not perceived as using the servant leadership model. It is recommended that the head of Hospitals, especially the head nurses, to apply the servant leadership model in their roles and functions to improve the nurses’ performance.

 

Keywords: Nurses’ performance, Servant Leadership model

Keywords

Kinerja perawat pelaksana, Model kepemimpinan servant

Full Text:

Lilis_PDF

References

Referensi

Ahmad, M. (2012). Analisis manajemen mutu terpadu (TQM) dalam pelaynan rumah sakit (Jurnal Artikel Riset Dosen). Gorontalo: Universitas Negeri Gorontalo. Retrieved from http://repository.ung.ac. id/hasilriset/show/1/116/analisis-manajem en-mutu-terpadu-tqm-dalam-pelayanan-r umah-sakit.html

Al-Ahmadi, H. (2009). Factors affecting performance of hospital nurses in Riyadh Region, Saudi Arabia. International Journal of Health Care Quality Assurance, 22 (1), 40–54. doi: http://dx.doi.org/10. 1108/09526860910927943.

Alfian, M.A. (2009). Menjadi pemimpin politik. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Bastable, S.B. (2002). Nurse educator: Principle of teaching and learning (Perawat sebagai pendidik prinsip-prinsip pengajaran dan pembelajaran). (Alih bahasa: G. Wulanari & G. Widiyanto). Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Bidang Keperawatan RSAB Harapan Kita. (2014). Laporan tahunan bidang keperawata RSAB Harapan Kita (Laporan, tidak dipublikasikan). Jakarta: RSAB Harapan Kita.

Didimus, I.S., Indar, I., & Hamzah, A. (2013). Faktor yang berhubungan dengan kinerja perawat di ruang rawat inap rumah sakit ibnu sina YBW-UMI Makasar. Jurnal Universitas Hasanuddin. Retrieved from http:// repository. unhas.ac.id/ bitstream/ handle/123456789/5747/JURNAL.pdf?sequence=1

Fitrihana, N. (2011). Peningkatan daya saing produk melalui fungsi-fungsi manajemen sumber daya manusia. Yogyakarta: Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta.

Goleman, D., Boyatzis, R., & McKee, A. (2007). Emotional inteligence. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Heller, R. (2008/2001). Steven Covey: Guru paling laris yang mengajarkan efektifitas pribadi dan professional (Alih bahasa: Irzam Hardiansyah). Jakarta: Erlangga.

Hewison, A., & Griffiths, M. (2004). Leadership development in health care: A word of caution. Journal of Health Organization and Management, 18 (6), 464–473.

Ilyas, Y. (2012). Kinerja teori, penilaian & penelitian (edisi revisi). Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia.

Kementerian Kesehatan RI. (2013a). Petunjuk pelaksanaan jenjang karir perawat di rumah sakit. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Kementerian Kesehatan RI. (2013b). Pedoman remunerasi perawat di rumah sakit. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Kieu, H.Q. (2010). Leadership styles and organizational performance: A predictive analysis (3442746 D.M.). University of Phoenix, Ann Arbor. Retrieved from http://search.proquest.com/docview/853641823?accountid=17242ABI/INFORM

Kuspriyomurdono, S. (2012). Penilaian prestasi kerja pegawai negeri sipil. Jakarta: Badan Kepegawaian Negara.

Mahembe, B., & Engelbrecht, A. S. (2014). The relationship between servant leadership, organisational citizenship behaviour and team effectiveness. SA Journal of Industrial Psychology, 40(1), 1-10. doi:10.4102/sajip.v40i1.1107.

Mamikhani, J., Tofighi, S., Sadeghifar, J., Heydari, M., & Jenab, V. H. (2014). Prioritizing the Compensation Mechanisms for Nurses Working in Emergency Department of Hospital Using Fuzzy DEMATEL Technique: A Survey from Iran. Global Journal of Health Science, 6(2), 86-93.

Natalia, F. (2011). Analisia kepemimpinan transaksional dan transformasional untuk meningkatkan kerjasama tim dan kinerja waktu proyek. Tesis, tidak dipublikasikan. Jakarta: UI.

Oei, I. (2005). Riset sumber daya manusia: Cara paktis mengukur stress, kepuasan kerja, komitmen, loyalitas, motivasi kerja dan aspek-aspek kerja karyawan lainnya. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Robbins, S.P., & Judge, T.A. (2013). Oragnizational behavior (15th Ed). USA: Prentice Hall.

Robert L. M. & John H. J. (2006). Human resources management, Edisi sepuluh, Penerbit Salemba Empat

Sari, M. T. (2009). Hubungan budaya organisasi dan gaya kepemimpinan kepala ruangan dengan kinerja perawat pelaksana di ruang rawat inap rumah sakit daerah Raden Mattaher Jambi (Tesis, Program Studi Magister). Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia

Setiawati, D. (2010). Determinan kinerja perawat di ruang rawat inap rumah sakit TNI AL Dr Mintohardjo (Tesis, Program Studi Magister). Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia

Sitanggang, L. (2010). Hubungan karakteristik individu kepemimpinan transformasional dan transaksional kepala ruangan dengan kinerja perawat di pk st. carolus Jakarta (Tesis, Program Studi Magister). Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia

Tappen, R.M. (2004). Essentials of nursing leadership and management. 3 rd Ed. Philadelphia: Davis Company.

Waterman, H. (2011). Principles of 'servant leadership' and how they can enhance practice. Nursing Management, 17(9), 24-26.

Wilches-Alzate, G. (2009). The relationship between rewards and recognition, service-oriented organizational citizenship behaviour, and customer satisfaction. NR56174 Ph.D., University of Waterloo (Canada), Ann Arbor. Retrieved from http://search.proquest.com/docview/305139170?accountid=17242ABI/INFORMComplete; ProQuest Dissertations & Theses Global database.

Yasman, Y. (2013). Model kepemimpinan kepala ruangan menurut pandangan perawat pelaksana berhubungan dengan retensi. Jurnal Keperawatan Indonesia 18 (1), 31-37. doi: 10.7454/jki.v18i1.395.

Yuswanto, T.J.A. (2013). Pengembangan model kepemimpinan keperawatan di ruang rawat inap rumah sakit kelas A di Indonesia (Tesis, Program Studi Magister). Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.