Skip to main content Skip to main navigation menu Skip to site footer
Articles
VIEWS: 1045
Published: 2019-03-29

Latihan Pernapasan Diafragma Meningkatkan Arus Puncak Ekspirasi (APE) dan Menurunkan Frekuensi Kekambuhan Pasien Asma

School of Health Sciences of Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan, Central Java 51172
Faculty of Medicine and Health Sciences Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Yogyakarta 55183
Nursing Master Program Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Yogyakarta 55183
arus puncak ekspirasi asma frekuensi kekambuhan latihan pernapasan diafragma

Abstract

Salah satu penatalaksanaan asma yaitu latihan pernapasan diafragma yang dapat meningkatkan fungsi paru pasien asma. Tujuan penelitian untuk menguji pengaruh latihan pernapasan diafragma terhadap peningkatan Arus Puncak Ekspirasi (APE) dan penurunan frekuensi kekambuhan pasien asma. Penelitian true experiment pretest-posttest with control group melibatkan 28 subjek penelitian secara random. Subjek dibagi menjadi kelompok intervensi dan kelompok kontrol melalui randomisasi sejumlah 14 orang untuk masing-masing kelompok. Pengukuran APE menggunakan peak flow meter dan frekuensi kekambuhan dicatat dengan lembar catatan observasi. Hasil penelitian terdapat perbedaan yang signifikan rerata selisih APE kelompok intervensi (mean 126,43±22,05 L/menit) dan kelompok kontrol (mean 52,14±56,45 L/menit) dengan p 0,001, serta terdapat perbedaan yang signifikan rerata selisih frekuensi kekambuhan kelompok intervensi (mean 1,29±0,61) dan kelompok kontrol (mean 0,79±0,57) dengan nilai p 0,038. Latihan pernapasan diafragma menjadi pertimbangan dalam penatalaksanaan pasien asma.

Abstract

Effect of Diaphragmatic Breathing Exercises on Peak Expiratory Flow Rate (PEFR) Enhancement and The Mild-Moderate Asthma Patients’ Relapse Frequency Reduction. One of the management of asthma is diaphragmatic breathing exercises that could improve lung function of asthma patients. The objective of the study was to examine the effect of diaphragmatic breathing exercises on Peak Expiratory Flow Rate (PEFR) and decreased frequency of mild-moderate asthma relapse on the patients. True experiment method pretest-posttest with control group was applied in this study with involved 28 random research subject. Subjects were divided into intervention groups and control groups through randomization of 14 people for each group. PEFR measurements using peak flow meter and relapse frequency were recorded with an observation note sheet. There was a significant difference of difference PEFR mean between intervention groups (mean 126.43±22.05) and control group (mean 52.14±56.45) with p 0.001. There was a significant difference of difference mean frequency between intervention group (mean 1.29±0.61) and control group (mean 0.79±0.57) with p 0.038. Diaphragmatic breathing exercise is a consideration in the management of asthma patients.

Keywords: asthma, diaphragmatic breathing exercises, frequency of recurrence, peak expiratory flow rate

References

  1. Agustiningsih, D., Kafi, A., & Djunaidi, A. (2007). Latihan Pernapasan dengan Metode Buteyko Meningkatkan Nilai Force Expiratory Volume In 1 Second (% Fev1) Penderita Asma Dewasa Derajat Persisten Sedang. Berita Kedokteran Masyarakat, 23 (2), 52. https://doi.org/10.22146/bkm.3624
  2. Aini, F., Sitorus, R., & Budiharto, B. (2008). Pengaruh breathing retraining terhadap peningkatan fungsi ventilasi paru pada asuhan keperawatan pasien PPOK. Jurnal Keperawatan Indonesia, 12 (1), 29–33. https://doi.org/10.7454/jki.v12i1.196.
  3. Akib, A.P. (2016). Asma pada anak. Sari Pediatri, 4 (2), 78–82. http://dx.doi.org/10.14238/sp4.2.2002.78-82.
  4. Atmoko, W., Faisal, H.K.P., Bobian, E.T., Adisworo, M.W., & Yunus, F. (2011). Prevalens asma tidak terkontrol dan faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat kontrol asma di poliklinik asma rumah sakit persahabatan, jakarta. Jurnal Respirologi Indonesia, 31(2), 53-60.
  5. Fernandes, M., Cukier, A., & Feltrim, M. I. Z. (2011). Efficacy of diaphragmatic breathing in patients with chronic obstructive pulmonary disease. Chronic Respiratory Disease, 8 (4), 237–244. https://doi.org/10.1177/1479972311424296.
  6. Global Initiative for Asthma (GINA). (2016). Global strategy for asthma management and prevention. Retrieved from https://ginasthma.org/wp-content/uploads/2016/04/GINA-2016-main-report_tracked.pdf
  7. Guyton, A.C., Hall, J.E., (2007). Buku ajar fisiologi kedokteran (Edisi 22). Jakarta: EGC.
  8. Idrus, I.S., Yunus, F., Andarini, S.L., & Setiawati, A. (2012). Perbandingan efek salbutamol dengan salbutamol yang diencerkan dengan NaCl 0,9% pada pasien dewasa dengan asma akut sedang di RS Persahabatan. Jurnal Respirologi Indonesia, 32 (3), 167–177.
  9. Ikawati, Z. (2016). Penatalaksanaan terapi penyakit sistem pernapasan. Yogyakarta: Bursa Ilmu.
  10. Juhariyah, S., Djajalaksana, S., Sartono, T.R., & Ridwan, M. (2012). Efektivitas latihan fisis dan latihan pernapasan pada asma persisten sedang-berat. Jurnal Respirologi Indonesia, 32 (1), 17–24.
  11. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2014). Profil kesehatan Indonesia. Jakarta: Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI. Retrieved from http://www.depkes.go.id/resources/download/pusdatin/profil-kesehatan-indonesia/profil-kesehatan-indonesia-2014.pdf
  12. Lestari, N.F., & Hartini, N. (2014). Hubungan antara tingkat stres dengan frekuensi kekambuhan pada wanita penderita asma usia dewasa awal yang telah menikah. Jurnal Psikologi Klinis dan Kesehatan Mental, 2 (1), 7–15.
  13. Lutfiyati, H., Ikawati, Z., & Wiedyaningsih, C. (2014). Evaluasi terapi oral terhadap hasil terapi pasien asma. Jurnal Manajemen dan Pelayanan Farmasi, 4 (3), 193–199.
  14. Maulani, M. (2014). Latihan sepeda statis meningkatkan peak expiratory flow (PEF) dan mengurangi frekuensi kekambuhan pada penderita asma. IJNP (Indonesian Journal of Nursing Practices), 1 (1), 55–61.
  15. Mayuni, A.A.I.D., Kamayani, M.O.A., & Puspita, L.M. (2010). Pengaruh diaphragmatic breathing exercise terhadap kapasitas vital paru pada pasien asma di wilayah kerja Puskesmas III Denpasar Utara. COPING (Community of Publishing in Nursing) Ners Journal, 3 (3), 31–36.
  16. Melastuti, E., & Husna, L. (2015). Efektivitas teknik pernafasan buteyko terhadap pengontrolan asma di balai kesehatan paru masyarakat semarang. Nurscope: Jurnal Penelitian dan Pemikiran Ilmiah Keperawatan, 1 (2), 1–7. http://dx.doi.org/10.30659/nurscope.1.2.1-7.
  17. Moreira, A., Delgado, L., Haahtela, T., Fonseca, J., Moreira, P., Lopes, C., ... & Castel-Branco, M. G. (2008). Physical training does not increase allergic inflammation in asthmatic children. European respiratory journal, 32 (6), 1570–1575. http://doi.org/10.1183/09031936.00171707.
  18. Muttaqin, A. (2008). Buku ajar asuhan keperawatan klien dengan gangguan sistem pernapasan. Jakarta: Salemba Medika.
  19. Novarin, C., Murtaqib, M., & Widayati, N. (2015). Pengaruh progressive muscle relaxation terhadap aliran puncak ekspirasi klien dengan asma bronkial di Poli Spesialis Paru B Rumah Sakit Paru Kabupaten Jember. Pustaka Kesehatan, 3 (2), 311–318.
  20. Pangestuti, S.D., Murtaqib, M., & Widayati, N. (2015). Pengaruh diaphragmatic breathing exercise terhadap fungsi pernapasan (RR dan APE) pada lansia di UPT PSLU Kabupaten Jember (The Effect of Diaphragmatic Breathing Exercise on Respiration Function (RR and PEFR) in Elderly at UPT PSLU Jember Regency). Pustaka Kesehatan, 3 (1), 74–81.
  21. Potter, P.A, & Perry, A.G. (2005). Buku ajar fundamental keperawatan: Konsep, proses, dan praktik (Edisi 4, Volume 2). (Alih Bahasa: R. Komalasari, dkk.). Jakarta: Penerbit EGC.
  22. Rab, T. (2010). Ilmu penyakit paru. Jakarta: CV Trans Info Media.
  23. Rujito, L., Ristianingrum, I., & Rahmawati, I. (2015). Hubungan antara indeks massa tubuh (IMT) dengan tes fungsi paru. Mandala of Health, 4(2), 105–112.
  24. Sahat, C.S., Irawaty, D., & Hastono, S.P. (2011). Peningkatan kekuatan otot pernapasan dan fungsi paru melalui senam asma pada pasien asma. Jurnal Keperawatan Indonesia, 14 (2), 101–106. https://doi.org/10.7454/jki.v14i2.316.
  25. Santoso, F.M., Harmayetty, H., & Bakar, A. (2014). Perbandingan latihan napas buteyko dan upper body exercise terhadap arus puncak ekspirasi pada pasien dengan asma bronkial. Critical, Medical, & Surgical Nursing Journal, 2 (2), 91–98.
  26. Sari, C.W.M., Haroen, H., & Nursiswati, N. (2016). Pengaruh program edukasi perawatan kaki berbasis keluarga terhadap perilaku perawatan kaki pada pasien diabetes melitus tipe 2. Jurnal Keperawatan Padjadjaran, 4 (3), 305–314. https://doi.org 10.24198/jkp.v4i3.293/
  27. Suryantoro, E., Isworo, A., & Upoyo, A. S. (2017). Perbedaan efektivitas pursed lips breathing dengan six minutes walk test terhadap forced expiratory. Jurnal Keperawatan Padjadjaran, 5(2). https://doi.org/10.24198/jkp.v5i2.448
  28. Tumigolung, G.T., Kumaat, L., & Onibala, F. (2016). Hubungan tingkat kecemasan dengan serangan asma pada penderita asma di Kelurahan Mahakeret Barat dan Mahakeret Timur Kota Manado. Jurnal Keperawatan, 4 (2), 1–7.
  29. Tortora, G.J., Derrickson, B. (2012). Principles of anatomy & physiology (13th Ed.). United States of America: John Wiley & Sons, Inc.
  30. Wahyu, C., Pepin, N., & Hexawan, T. (2015). Analisa faktor-faktor pencetus derajat serangan asma pada penderita asma di Puskesmas Perak Kabupaten Jombang Tahun 2013. Jurnal Metabolisme, 2 (3). Retrieved from http://ejurnal.stikespemkabjombang.ac.id/index.php/Juli-2013/article/view/33/63.
  31. Widjanegara, I.G., Tirtayasa, K., & Pangkahila, A. (2015). Senam asma mengurangi kekambuhan dan meningkatkan saturasi oksigen pada penderita asma di Poliklinik Paru Rumah Sakit Umum Daerah Wangaya Denpasar. Sport and Fitness Journal, 3 (2), 1–1.

How to Cite

Kartikasari, D., Jenie, I. M., & Primanda, Y. (2019). Latihan Pernapasan Diafragma Meningkatkan Arus Puncak Ekspirasi (APE) dan Menurunkan Frekuensi Kekambuhan Pasien Asma. Jurnal Keperawatan Indonesia, 22(1), 53–64. https://doi.org/10.7454/jki.v22i1.691